After A moment Called #Gladikarya

by - Agustus 11, 2012

Well, sebenernya #Gladikarya itu kegiatan semacam KKN yang diperuntukkan untuk mahasiswa semester 6 Departemen Agribisnis FEM IPB, tapi karena saya tahun lalu harus cuti dan diributkan dengan tetek bengek persiapan ke US, saya tidak bisa ikut rangkaian kegiatan tersebut, dan harus ikut tahun ini bersama anakmahasiswa angkatan 46. Dari teman-teman angkatan 45 saya dapat cerita bagaimana #gladikarya itu moment-moment paling menguras hati, menguras keringat, menguras kantong— dan karena saya terlalu sok anti mainstream, saya ga mau tersugesti dengan itu :D

Pada akhirnya saya harus menjalani hidup dengan empat orang yang baru saya kenal sekitar sebulan sebelumnya, di sebuah kampung antah berantah bernama Cimonce di pelosok kabupaten Bandung. Kampung Kayangan, kami menyebutnya, tidak lain karena akses jalan menuju kesana adalah jalan tanjakan berbatu dan berpasir dengan slop kemiringan hampir 90 derajat. Untuk turun ke dunia yang sebnarnya kami harus naik ojek yang rasanya sudah semacam wahana Dufan saking ekstrimnya.

Dinamakan Cimonce, konon karena akses untuk air bersih yang sangat memprihatinkan, terutama di musim kemarau. Kami berlima pernah bertahan untuk tidak mandi selama 2 hari, akhirnya tak kuasa juga, dan memilih turun ke MCK umum untuk mandi dan mengangkut air untuk keperluan malam hari.
Dan harus beradaptasi dengan empat orang yang berbeda karakter, latar belakang, dan adat yang berbeda memang tak pernah mudah. Semuanya terkuras memang, tapi hati… semoga dengan terkurasnya, bisa memicu pengairan sabar yang semakin deras, sampai meluap, membanjiri diri dengan kedekatan pada Allah…

Karena yang penting adalah kerja keras… karena kerja kerasmu tidak akan pernah menghianatimu :)

You May Also Like

0 komentar