Spin Offs

by - September 28, 2018

Saya pernah baca tentang beberapa penulis yang susah move on dari tokoh-tokoh dan cerita yang dibuatnya, terutama yang dikerjakan dalam waktu yang lama dan sukses besar. Itulah mengapa banyak karya-karya fiksi kemudian dibuatkan spin off atau cerita sempalan dari originalnya. Spin Off juga biasanya dibuat sebagai pelengkap untuk menjelaskan latar belakang atau beberapa bagian dari plot utama.
Spin Off seringkali ditunggu dengan antusias oleh para fans dari franchisenya, namun tak sedikit pula yang anti akannya karena dianggap akan merusak jalan cerita atau karakter yang sudah sangat kuat terdapat dalam cerita utama. Seringkali juga, spin off dianggap tidak bisa memenuhi ekspektasi yang tinggi dan menandingi karya originalnya, dan hanya menjadi sarana meraup untung yang lebih banyak dengan mendompleng ketenaran karya utamanya. Terutama jika karya originalnya adalah buku yang kemudian diangkat ke layar lebar.
Saya suka sekali buku The Hobbit, as much as I love the original trilogy. Tapi saya juga sewot bagaimana satu buku itu di seret ke dalam 3 film berdurasi panjang sebagaimana trilogi aslinya yang memang diangkat dari 3 buku. Belum lagi tambahan-tambahan cerita yang saya bingung kenapa jadi ada di ceritanya, kisah cinta Killi dan Tauriel contohnya. Klise dan dipaksakan.
Salah satu spin off yang masih menjadi favorit saya sampai saat ini adalah Star Wars: Rouge One, kisah yang menjembatani Revenge of Sith dan A New Hope. Sayangnya, Star Wars VII dan VIII yang seharusnya menjadi lanjutan dari kisah utama franchise-nya justru tidak memenuhi ekspektasi. Bisa jadi juga karena saya merasa seharusnya Star Wars berhenti di Return of The Jedi, sebagaimana saya berharap Naruto berhenti saat Naruto diangkat menjadi Hokage ke 7.
Rouge One is perfect as a spin off and at the same time really strong as a standalone story. Karakter-karakternya, dialognya, plotnya, semua terasa kuat dan tidak kontradiktif sama sekali dengan cerita originalnya. Jyn Erso's "Rebellion is built on hope" maybe is not as strong as Darth Vader "I'm your father" but is still stronger than any quotes coming from the latest two sequels.
Fans Harry Potter sekarang sedang heboh dengan seri terbaru dari spin off Fantastic Beasts. Sedikit sekali saya lihat yang sepenuhnya antusias dengan seri ini (atau saya saja yang ketemunya banyak yang bereaksi negatif). Meskipun reaksinya tidak senegatif The Cursed Child (which is indeed a garbarge).
Kalangan international banyak yang protes dengan dipilihnya Johny Depp yang beberapa tahun terakhir sempat tersandung kasus domestic violence alias kekerasan dalam rumah tangga. Juga tentang kontroversi Nagini, yang di ketujuh sequel bukunya dianggap sebagai Ular Albania. Atau setidaknya satu-satunya petunjuk asal-muasalnya adalah hutan Albania. Plot twist, ternyata Nagini gadis Jawa. Sayangnya pada pemilihan pemeran malah aktris Korea yang mendapatkan perannya. Oh ya tentu saja.. karena orang Asia Tenggara sudah tentu sama secara etnis dengan orang Asia Timur.
Lantas bagaimana ular jelmaannya kemudian terdampar di Albania sana... jawabannya mungkin ada di filmnya.
Apakah saya akan nonton di bioskop? Enggak😅
Nonton sequel yang pertama saya hampir ketiduran padahal belum sampai setengah durasi filmnya, dan trailer yang terbaru pun rasanya tidak kurang membosankan. No hard feeling.
What about you? Are you excited for Fantastic Beasts: The Crimes of The Grindewald? Or do you other favorite spin off? Please do share!

Za's out!

You May Also Like

0 komentar